Langsung ke konten utama

New Experience

Yup, sudah sebulan saya menjalani hari-hari di Prabumulih. Kota yang menyenangkan..
Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Udara yang alami, pemandangan yang indah, asri, dan akses yang gampang.

Sejauh ini saya menikmati kehidupan disini, bukan hanya karena semuanya sudah tersedia, tapi disini saya mendapatkan banyak hal-hal baru. Ide-ide baru, teman-teman yang sudah seperti keluarga. Dari teman-teman, saya mengetahui bahwa perbedaan itu indah.Di kantor pun, saya memiliki atasan yang baik, orang-orang disini terlihat selalu menginginkan kami maju. Banyak kisah yang telah diceritakan, mungkin ini belum seberapa, kami hanya tahu kulit luarnya saja. Hitam putih pekerjaan demi mendapat penghidupan yang lebih layak. Saya juga sudah melihat sendiri dan sedikit mulai merasakan rimba yang dipenuhi binantang buas. Yaa, memang macan disini tidak sebanding banyaknya dengan tikus. Tapi, saya melihat masih ada harapan disini. Harapan yang masih sangat besar, untuk membuat rimba ini menjelma menjadi kebun bunga.
Ya, saya dan banyak orang lainnya yang menginginkan penjelmaan itu cepat terwujud, saat ini memang sedang berusaha.
Ya, sejauh ini smeuanya baik-baik saja. Semuanya berjalan dengan lancar.

Tahukan kalian, sebenarnya saya takut. Saya takut semuanya menjadi kacau. Saya hanya ingin selalu melakukan perbaikan. Ingin menjadi lebih baik lagi, ingin membuat semuanya menjadi lebih baik, tentu saja harus dimulai dari diri sendiri.
oh ya, ada satu hal yang hampir terlupakan...sekeras apapun saya berusaha untuk menjadi lebih baik, semuanya tak akan terwujud kalau saya tidak bisa memberi kebaikan pada orang lain.
Ya, saya sadari, apapun nanti akhirnya, saya harus terus berusaha menjadi lebih baik, membuat sekitar saya termotivasi untuk menjadi lebih baik, bersama-sama kami  melakukan perbaikan. Harapan itu pasti ada, bagi semua yang yakin.

Dan tidaklah suatu  hal menjadi sia-sia,, apapun yang terjadi, pasti ada hikmahnya.. Kalaupun kita semua tidak bisa menjadi yang terbaik, paling tidak, kita semua telah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Aha! Ini Matematika - Part 9

Dari kemaren Lathiifa demam, Bunda kasihan dan sedih. Sewaktu badannya panas, cuma tiduran dipangku Ayah atau Bunda. Tapi sewaktu suhu tubuhnya mulai normal, Lathiifa seperti biasa mulai lagi dengan kegiatan eksplorasinya di rumah. Saat Lathiifa demam, kami tidak banyak berkegiatan. Yang berkesan bagi Bunda dan Lathiifa saat kami bermain air menggunakan botol spray. Lathiifa tidak suka di kompres dengan menaruh handuk basah di kepalanya, akhirnya Bunda berusaha menyuapi air putih yang banyak dan sebagai ganti kompres, Bunda menyemprotkan air dengan botol spray ke area-area yang panas. Butiran air yang keluar dari botol spray sangat halus, sehingga hampir seperti uap. Saat kena ke kulit Lathiiifa yang panas, partikel-partikel air yang menempel langsung menjadi hangat. Alhamdulillah panas Lathiifa turun lebih cepat. Lathiifa sangat senang saat Bunda menyemprotkan air ke kepalanya, dia juga tidak keberatan sewaktu Bunda menyemprot ketiak dan kuduknya. Mungkin karena tubuhnya mengeluarkan ...