Langsung ke konten utama

Gaya belajar anak- part 2

Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis lagiiiii..setelah hectic banget 5 hari ini. Padahal bunda semangat banget ngerjain tantangan yang memang bikin menantang untuk bisa ditaklukan kali ini, tapi masih belum bisa nulis tiap hari, tepar duluan..haha.

Hmmm... untuk stimulasi Lathiifa, Bunda dan anggota keluarga lain tetap usahakan dalam lima hari ini. Kira-kira seperti ini:

HARI KE-2 (21 APRIL 2017)
* Stimulasi : cilukba
   Respon : senang, tertarik, tertawa

* Stimulasi : bernyanyi (stimulasi rutin)
   Respon: berceloteh mengikuti irama

* Stimulasi : Muroja'ah (stimulasi rutin)
   Respon: berceloteh mengikuti bacaan alquran

* Stimulasi: memberi objek menarik untuk dikejar sambil merayap (stimulasi rutin)
   Respon: merayap lebih cepat dan panjang daripada hari sebelumnya

* Stimulasi : Memperlihatkan diri anak di depan cermin
   Respon: tersenyum saat melihat diri sendiri di cermin

HARI KE-3 (22 APRIL 2017)
Selain stimulasi rutin, Bunda juga menambahkan stimulasi baru secara bertahap, namun tidak harus berbeda setiap harinya agar terlihat perkembangannya
* Stimulasi: memperkenalkan banyak orang baru
  Respon: tersenyum bila disapa
* Stimulasi: memperlihatkan awan, laut, dan pulau dari atas pesawat, sambil bercerita
   Respon: Belum mengerti, tidak tertarik, lebih tertarik melihat orang-orang baru

HARI KE-4 (23 APRIL 2017)
* Stimulasi rutin : Respon masih sama
* Stimulasi: Melihat cermin
   Respon: Tertawa melihat bayangan diri sendiri di cermin
* Stimulasi: Ditinggal dengan orang yang semuanya baru dikenal
   Respon: Awalnya anteng, setelah beberapa lama mulai menangis. Kembali tenang setelah melihat ada orang yang dikenal

HARI KE-5 (24 APRIL 2017)
* Stimulasi rutin: Respon masih sama
* Stimulasi: Melihat kolam ikan
   Respon: Mata melihat kemana-mana dan penasaran
* Stimulasi: Membaca buku
   Respon: Ikut membolak balik buku

HARI KE-6 (25 APRIL 2017)
* Stimulasi rutin: Respon masih sama, kecuali bila dipancing dengan benda menarik sedikit malas untuk mengejar.
* Stimulasi: Memegang buku sendiri
   Respon: Mulai bisa membolak balik buku dengan lebih teratur

HARI KE-7 (26 APRIL 2017)
* Stimulasi rutin: Respon masih sama, kecuali bila dipancing dengan benda menarik sedikit malas untuk mengejar.
* Stimulasi: Menginjak rumput telanjang kaki dan memegang rumput
   Respon: Awalnya terlihat geli, tapi tetap berani menginjak terus dan mulai penasaran memegang rumput

Untuk hari ini mungkin hanya sekian, mudah-mudahan bisa selalu memberi stimulasi yang baik untuk Lathiifa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Tak sekedar berbenah, harus ada ilmunya

Assalamu'alaikum.. Alhamdulillah akhirnya nulis lagi di blog ini. Sepertinya memang harus dibiasakan ya, hmm.. semoga bisa belajar konsisten menulis apa aja disini. Awalnya saya dengar konmari dari mana juga udah lupa, terus iseng-iseng nyari di instagram, eh ada waktu itu konmari indonesia yang menjadi awal berdirinya gemar rapi. Saya senang sekali bisa ikut kelas gemari pratama ini, seperti "yes, this is my chance". Saya harus memaksakan diri untuk berubah, semua kekacauan ini harus segera dibereskan. Demi kualitas hidup yang lebih baik, karena menurut saya kebersihan dan kerapian diri dan lingkungan merupakan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk menjaga kewarasan mamak di rumah. Karena saya merasa sudah sampai di titik jenuh yang berbenah tapi seperti ada yang salah caranya. Berbenah kok ya gak rapi-rapi. Setelah disusun, kok ada aja benda-benda yang 'tidak punya rumah' numpuk di atas lemari. Dan itu terjadi berulang kali. Kadang ada pikiran, ah mas...