Langsung ke konten utama

Menumbuhkan minat baca anak - Part 3

Setelah 3 hari alfa mengerjakan tantangan, hari ini Bunda kembali on track. Sebenarnya masih bingung mau tulis apa, beberapa hari ini kegiatannya dadakan dan bisa dibilang Ayah dan Bunda tidak membaca buku apapun selain Alquran dalam 3 hari ini. Hmm, mungkin efek kita mudik dadakan juga ya (maafkan ngeleusnya :p ). Bunda yang baru mengenal pohon literasi dari kelas Bunda sayang, selama ini membaca random untuk Lathiifa dan untuk diri sendiri. Tidak ada dokumentasi, review, maupun target dalam kegiatan membaca. Setelah berdiskusi dengan Ayah, kami memutuskan (yeeay akhirnya) membuat pohon literasi dengan model rumah. Alasan utamanya tentu saja karena Bunda agak-agak malas dan sering berlama-lama pada konsep kalau membuat suatu project, sehingga sering project gagal karena tidak kunjung bergerak. Diharapkan dengan pohon literasi berupa rumah, kami cukup menempel kertas post it yang telah ditulis dokumentasi bacaan di dinding. Nantinya kertas ditempel dan disusun sehingga berbentuk persegi panjang besar yang nantinya diberi potongan kertas berbentuk segitiga berukuran besar di atasnya. Bentuk ini menyerupai rumah ala-ala deh, yang penting memudahkan kami untuk mengaplikasikan pohon literasi. Semakin banyak rumah yang kami miliki, menunjukkan seberapa banyak buku yang telah kami baca :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Aha! Ini Matematika - Part 9

Dari kemaren Lathiifa demam, Bunda kasihan dan sedih. Sewaktu badannya panas, cuma tiduran dipangku Ayah atau Bunda. Tapi sewaktu suhu tubuhnya mulai normal, Lathiifa seperti biasa mulai lagi dengan kegiatan eksplorasinya di rumah. Saat Lathiifa demam, kami tidak banyak berkegiatan. Yang berkesan bagi Bunda dan Lathiifa saat kami bermain air menggunakan botol spray. Lathiifa tidak suka di kompres dengan menaruh handuk basah di kepalanya, akhirnya Bunda berusaha menyuapi air putih yang banyak dan sebagai ganti kompres, Bunda menyemprotkan air dengan botol spray ke area-area yang panas. Butiran air yang keluar dari botol spray sangat halus, sehingga hampir seperti uap. Saat kena ke kulit Lathiiifa yang panas, partikel-partikel air yang menempel langsung menjadi hangat. Alhamdulillah panas Lathiifa turun lebih cepat. Lathiifa sangat senang saat Bunda menyemprotkan air ke kepalanya, dia juga tidak keberatan sewaktu Bunda menyemprot ketiak dan kuduknya. Mungkin karena tubuhnya mengeluarkan ...