Langsung ke konten utama

Aha! Ini Matematika - Part 7

Hari ini Lathiifa bermain bersama ayah Bunda. Ada beberapa permainan yang salah satu manfaatnya untuk mengembangkan logika matematus Lathiifa.

1. Mengikuti benda
Lathiifa bermain bersama Ayah mengikuti benda-benda yang diambil Ayah. Lathiifa menyukai permainan ini, karena rasa penasarannya yang tinggi. Lathiifa sangat antusias mengikuti kemana benda-benda yang dipegang Ayah. Awalnya Ayah menaruh sebuah benda di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau Lathiifa. Setelah ditemukan, Ayah memindahkan lagi benda tersebut ke belakang, ke samping, ke bawah, atau ke atas Lathiifa. Sesekali Ayah menaruh benda itu di belakang punggung Ayah. Lathiifa beraemangat sekali mencari dan mengikuti kemana Ayah menaruh benda itu. Dari permainan ini, Ayah dan Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengenai lokasi, posisi, dan perpindahan benda.

2. Menangkap air keran
Saat-saat memandikan Lathiifa 'sesuatu' banget buat Bunda. Bunda sering dibikin sesak nafas setelah memandikan Lathiifa. Gerakannya yang lincah dan tidak bisa diam walaupun sedang berada di kamar mandi, membuat Bunda mengeluarkan upaya lebih. Secara bobot Lathiifa dibandingkan Bunda yang kurus, sambil memegangi Lathiifa juga menahan agar kami berdua tidak terpeleset di kamar mandi. Bunda membuka keran, sehingga air keluar dRi selang. Bunda menampung air menggunakan tangan, Lathiifa hanya melihat. Selanjutnya Bunda memegang tangan Lathiifa dan membawa tangannya untuk memegang air. Akhirnya Lathiifa bisa anteng mandi sambil main air. Bunda mengarahkan tangan Lathiifa untuk bergerak menangkap air yang jatuh ke lantai dan melihat ekspresi Lathiifa. Lalu Bunda memegangi tangan Lathiifa sehingga membentuk mangkok dan bisa menampung air keran. Lathiifa tenang saja mengikuti Bunda. Setelah Bunda melepaskan tangan Lathiifa, dia kegirangan karena bisa bermain menangkap air. Dari kegiatan mandi sambil bermain air ini diharapkan Lathiifa mendapatkan pengalaman mengenai kuantitas dan volume, bahwa air bisa di tampung, bisa dikumpulkan. Air akan berjumlah banyak bila alirannya selalu ditambahkan ke tangan kita. Kuantitas suatu benda akan bertambah banyak bila dijumlahkan.

Besok main lagi yaaa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Tak sekedar berbenah, harus ada ilmunya

Assalamu'alaikum.. Alhamdulillah akhirnya nulis lagi di blog ini. Sepertinya memang harus dibiasakan ya, hmm.. semoga bisa belajar konsisten menulis apa aja disini. Awalnya saya dengar konmari dari mana juga udah lupa, terus iseng-iseng nyari di instagram, eh ada waktu itu konmari indonesia yang menjadi awal berdirinya gemar rapi. Saya senang sekali bisa ikut kelas gemari pratama ini, seperti "yes, this is my chance". Saya harus memaksakan diri untuk berubah, semua kekacauan ini harus segera dibereskan. Demi kualitas hidup yang lebih baik, karena menurut saya kebersihan dan kerapian diri dan lingkungan merupakan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk menjaga kewarasan mamak di rumah. Karena saya merasa sudah sampai di titik jenuh yang berbenah tapi seperti ada yang salah caranya. Berbenah kok ya gak rapi-rapi. Setelah disusun, kok ada aja benda-benda yang 'tidak punya rumah' numpuk di atas lemari. Dan itu terjadi berulang kali. Kadang ada pikiran, ah mas...