Langsung ke konten utama

Kamu Bintang Kecilku

Bintangku...bintang kecilku...
Bagaimana Bunda kuat untuk tidak memeluk dan menciummu lagi dan lagi. Dari pagi sampai pagi lagi kita selalu bersama, Lathiifa selalu temani Bunda. Lathiifa selalu berbinar-binar hampir pada semua hal. Bangun tidur, memandang Ayah dan Bunda, tersenyum dengan mata yang bersinar. Lathiifa juga senang sekali tiap kali Bunda ajak temani Bunda memasak di dapur. Kita menyiram tanaman tiap pagi. Lathiifa yang Bunda gendong di punggung selalu penasaran sama apapun yang Bunda lakukan, tiap kali Bunda melakukan gerakan baru, mengintip dari punggung Bunda, menperhatikan dengan mata berbinar, penuh rasa ingin tau dan ingin mencoba. Beberapa kali Lathiifa ketiduran dipunggung  Bunda, kasian sekali kamu nak...
Lathiifa yang selalu ceria, langsung tersenyum dengan mata yang bersinar kalau dihampiri Ayah atau Bunda. Lathiifa sangat senang bila menemukan objek baru yang menarik untuk dimainkan, bersemangat sekali mengejar stop kontak listrik, dan bermain dengan kabel charger. Lathiifa sangat senang duduk dan berusaha memanjat di depan kaki Bunda ketika Bunda sholat. Kalau Lathiifa kesal karena tidak bisa membalik buku, itu menggemaskan nak..
Bunda senang, baru kali ini ada seseorang yang baginya Bunda adalah segalanya, Bunda adalah dunianya..
Selamat tidur bintang kecilku...

#Setiapanakadalahbintang
#kokbundajadicurhat
#gadiskecilsudahpunyakeinginansendiri
#lathiifatheexplorer
#sambilsenyumpandangilathiifatidur

Yah, begitulah...Bunda merasa Lathiifa sudah mulai berkembang kemampuan sosialnya, dia sudah menyadari eksistensi dirinya dan punya keinginan sendiri, yang tidak harus sama dengan keinginan ayah bunda. Lathiifa ingin tau segala hal yang dilihat, yang ada di dunianya. Lathiifa sudah sangat menyadari hidup bersama dengan oarang lain, dengan ayah bunda, dan senang kalau ditemani dan merasa disayangi.

Itulah bintang kecil Bunda, yang selalu bersinar dan InsyaAllah akan semakin bersinar terang..
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Aha! Ini Matematika - Part 9

Dari kemaren Lathiifa demam, Bunda kasihan dan sedih. Sewaktu badannya panas, cuma tiduran dipangku Ayah atau Bunda. Tapi sewaktu suhu tubuhnya mulai normal, Lathiifa seperti biasa mulai lagi dengan kegiatan eksplorasinya di rumah. Saat Lathiifa demam, kami tidak banyak berkegiatan. Yang berkesan bagi Bunda dan Lathiifa saat kami bermain air menggunakan botol spray. Lathiifa tidak suka di kompres dengan menaruh handuk basah di kepalanya, akhirnya Bunda berusaha menyuapi air putih yang banyak dan sebagai ganti kompres, Bunda menyemprotkan air dengan botol spray ke area-area yang panas. Butiran air yang keluar dari botol spray sangat halus, sehingga hampir seperti uap. Saat kena ke kulit Lathiiifa yang panas, partikel-partikel air yang menempel langsung menjadi hangat. Alhamdulillah panas Lathiifa turun lebih cepat. Lathiifa sangat senang saat Bunda menyemprotkan air ke kepalanya, dia juga tidak keberatan sewaktu Bunda menyemprot ketiak dan kuduknya. Mungkin karena tubuhnya mengeluarkan ...