Langsung ke konten utama

Dongeng Part 4 - Random

Kali ini harinya ayah berdongeng untuk Lathiifa :). Semenjak ayah pulang kerja, Lathiifa pengen nempel sama ayah terus. Minta dititah sama ayah, minta bacain buku sama ayah juga. Kalau bunda udah ambilin buku-buku Lathiifa, mulai deh heboh minta dibacain. Awalnya Lathiifa berusaha baca sendiri, bolak balik halaman buku sambil bercerita. Yang keluar dari mulutnya hanya "aah aah aah.. "elool", "ellaa..laaa..laa". Begitulah, Lathiifa baru bisa mengucapkan beberapa kata yang berarti, seperti 'ayah, ndak, nda(bunda), mi (mimik)'. Tapi kalau dikasih buku suka heboh ngoceh sendiri sambil dibolak balik. Setelah puas, terus sibuk ambil tangan bunda atau ayah dan di tarok di halaman buku yang pengen dibacakan. Naaah.. karena Lathiifa maunya ambil tangan ayah (padahal ada bunda juga di samping Lathiifa), jadi ayah mencoba untuk membacakan buat Lathiifa. Dari buku tentang luqman al hakim yang sebelumnya juga sudah dibacakan bunda. Lalu buku tentang menyayangi binatang, bercerita tentang seseorang yang kehausan dan menemukan sumur, lalu setelah puas minum dan keluar dari sumur, melihat seekor anjing kehausan. Orang itu kembali lagi ke sumur dan mengambilkan minum untuk anjing itu. Sesama makhluk ciptaan Allah kita harus saling menyayangi. Lalu lanjut lagi buku tentang makanan hewan, ayah bercerita tentang kelinci yang makannya wortel, penguin makannya ikan, dan beberapa hewan lainnya juga. Lathiifa senang sekali dibacakan cerita sama ayah. Terus ganti buku tentang peternakan lagi. Setelah puas, minta dititah keliling rumah sama ayah. Sewaktu berjalan mendekati boneka-boneka, ayah langsung berkata "Assalamualaikum teman-teman...", ayah suka menganggap bonek itu teman-temannya Lathiifa, jadi ayah juga mengajarkan kalau bertemu teman mengucapkan salam. Lalu bercerita sebentar bersama para boneka, dan memutuskan membawa boneka rhino si badak untuk ikut berjalan-jalan keliling rumah bersama ayah dan Lathiifa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Aha! Ini Matematika - Part 9

Dari kemaren Lathiifa demam, Bunda kasihan dan sedih. Sewaktu badannya panas, cuma tiduran dipangku Ayah atau Bunda. Tapi sewaktu suhu tubuhnya mulai normal, Lathiifa seperti biasa mulai lagi dengan kegiatan eksplorasinya di rumah. Saat Lathiifa demam, kami tidak banyak berkegiatan. Yang berkesan bagi Bunda dan Lathiifa saat kami bermain air menggunakan botol spray. Lathiifa tidak suka di kompres dengan menaruh handuk basah di kepalanya, akhirnya Bunda berusaha menyuapi air putih yang banyak dan sebagai ganti kompres, Bunda menyemprotkan air dengan botol spray ke area-area yang panas. Butiran air yang keluar dari botol spray sangat halus, sehingga hampir seperti uap. Saat kena ke kulit Lathiiifa yang panas, partikel-partikel air yang menempel langsung menjadi hangat. Alhamdulillah panas Lathiifa turun lebih cepat. Lathiifa sangat senang saat Bunda menyemprotkan air ke kepalanya, dia juga tidak keberatan sewaktu Bunda menyemprot ketiak dan kuduknya. Mungkin karena tubuhnya mengeluarkan ...