Langsung ke konten utama

Pendidikan Fitrah Seksualitas - Review 1

Pengerjaan tantangan level 11 kali ini benar-benar berbeda dari tantangan sebelumnya. Dengan adanya diskusi kelompok dan presentasi online, rasanya lebih meresap aja materinya.
Saya anggota kelompok 10, kami sudah sampai pada tahap belanja ide, diskusi untuk menyamakan persepsi dan strategi pembahasan materi. Sejauh ini, sumber referensi yang didapatkan berupa:

1. Perbedaan jenis kelamin dan gender
http://www.psychologymania.net/2011/03/jenis-kelamin-dan-perbedaan-gender.html?m=1

2. Data LGBT
http://rmol.co/amp/2016/09/23/261839/Kamerad-Catat-Jumlah-Kaum-LGBT-Meningkat

3. Data penduduk dari kementrian kesehatan,
http://www.depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-data-pusat-data-dan-informasi.html

Materi yang sudah didiskusikan menghasilkan:
Poin pertama presentasi fitrah seksualitas (Tantangan yang kita hadapi saat ini):

1⃣ Pengenalan alat reproduksi laki-laki dan perempuan (kenapa Ibu tidak sholat kalau keluar darah dll)
2⃣ Proses pembuahan (Saat ibu sedang mengandung)
3⃣ Aurat laki-laki dan perempuan
4️⃣ Laki laki wajib sholat di mesjid dan perempuan lebih baik di rumah
5️⃣ Menjelaskan kenapa ada perempuan dan ada laki-laki
6️⃣ Kenapa perempuan dan laki-laki berbeda pada karakter, perilaku, dan bentuk tubuh
7️⃣ Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri kita sebagai seorang perempuan
8️⃣ Mendidik anak laki-laki menjadi  seorang suami dan ayah dimana masih kurangnya sumber referensi seorang ayah untuk mendidik fitrah seksualitas anak laki-lakinya
9️⃣ Menjelaskan pada anak tentang perubahan pada anggota tubuhnya menjelang aqil baligh
🔟 Menjelaskan agar menjaga pergaulan antar lawan jenis dan etika mengganti pakaian

Tantangan secara umum:
1️⃣1️⃣ Ketidaksiapan menjadi seorang ayah/ ibu
1️⃣2️⃣ Kurangnya kepekaan, rasa kasih sayang dan rasa malu pada wanita serta kurangnya jiwa kepemimmpinan, melindungi, dan tanggung jawab pada laki-laki
1️⃣3️⃣ Penyimpangan orientas seksual
1️⃣4️⃣ Pergaulan bebas
1️⃣5️⃣ Penyebaran penyakit kelamin, hiv/aids
1️⃣6️⃣ Kehamilan diluar nikah dan kehamilan pada anak sekolah
1️⃣7️⃣ Tantangan zaman di era digital dan isu kesetaraan gender
1️⃣8️⃣ Tantangan isu kebebasan hak asasi manusia yang diboomingan di seluruh dunia

Sedangkan setelah mengikuti presentasi dari kelompok 1, dapat dirangkumkan poin-poin penting seperti:
1. Pengertian fitrah seksualitas berdasarkan pendapat para ahli
2. Tantangan era milenial
3. Cara melatihkan fitrah seksualitas sejak dini
4. Lagkah-langkah yang dilakukan untuk menjawab rasa ingin tahu anak terhadap seksualitas

Media edukasi yang dihasilkan:

http://uyess.blogspot.co.id/2018/01/kelompok-1-pendidikan-seks-yang-tepat.html?m=1

https://youtu.be/L2lIavMPiZY

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Khan Academy

     Tantangan 10 hari di level terakhir kelas Bunda Sayang ini sangat menantang bagi saya. Kami diminta menemukan dan mereview sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu dalam pengasuhan anak dan pengembangan diri serta keluarga. Kalau ingin membuat review, tentu saja harus mengutak atik terlebih dahulu aplikasi tersebut, sehingga ditemukan cara penggunaan, manfaat, kelebihan dan kelemahannya.      Nah, kali ini saya ingin mereview software aplikasi berbasis android bernama "Khan Academy". Selain untuk android, juga ada versi desktop yang bisa diakses lewat komputer. Beginilah tampilan aplikasi khan academy: Gambar 1. Tampilan website Khan academy versi desktop Gambar 2. Khan academy versi android Gambar 3. Khan academy versi desktop berbahasa Indonesia Gambar 4. Khan academy versi software microsoft      Khan academy adalah organisasi pendidikan non-profit yang didirikan pada tahun 2006 oleh salm...

Aha! Ini Matematika - Part a10

Wah, sudah banyak tumpukan kain dari jemuran yang belum Bunda setrika, bahkan belum dilipat. Jadi, hari ini Bunda melipat dan merapian tumpukan kain saja. Bunda mengajak Lathiifa untuk ikut membantu. Sambil bercerita pada Lathiifa sambil memisah-misahkan kain Ayah, Bunda, Lathiifa. Awalnya Lathiifa anteng saja duduk di pangkuan Bunda sambil memperhatikan apa yang Bunda kerjakan. Ternyata dia mulai berinisiatif "membantu" Bunda merapikan dan mengelompokkan kain-kain itu. Bunda berharap Lathiifa mendapatkan pengalaman mengklasifikasikan dan mengelompokkan benda-benda sesuai jenis, fungsi, atau bentuknya. Sepertinya kegiatan ini juga harus segera dialihkan, karena kegiatan "membantu" Lathiifa semakin kreatif dalam mengelompokkan kain-kain yang sudah Bunda rapikan.

Tak sekedar berbenah, harus ada ilmunya

Assalamu'alaikum.. Alhamdulillah akhirnya nulis lagi di blog ini. Sepertinya memang harus dibiasakan ya, hmm.. semoga bisa belajar konsisten menulis apa aja disini. Awalnya saya dengar konmari dari mana juga udah lupa, terus iseng-iseng nyari di instagram, eh ada waktu itu konmari indonesia yang menjadi awal berdirinya gemar rapi. Saya senang sekali bisa ikut kelas gemari pratama ini, seperti "yes, this is my chance". Saya harus memaksakan diri untuk berubah, semua kekacauan ini harus segera dibereskan. Demi kualitas hidup yang lebih baik, karena menurut saya kebersihan dan kerapian diri dan lingkungan merupakan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk menjaga kewarasan mamak di rumah. Karena saya merasa sudah sampai di titik jenuh yang berbenah tapi seperti ada yang salah caranya. Berbenah kok ya gak rapi-rapi. Setelah disusun, kok ada aja benda-benda yang 'tidak punya rumah' numpuk di atas lemari. Dan itu terjadi berulang kali. Kadang ada pikiran, ah mas...